Khawatirku Yang Berlebih
Ramadhan hari keempat, rasanya badanku terasa kurang nyaman. Sakit yang sudah terasa di awal puasa hingga sekarang yang masih belum juga kunjung sembuh membuat pikiran tak bisa berpikir jernih. Kau masih dengan sikapmu yang dingin seperti itu, dan aku yang masih saja terlalu cemburuan. Rasa cemburu yang dibarengi dengan rasa sakit membuatku berpikir terlalu jauh. Aku berpikir apakah aku bisa menepati komitmenku untuk bisa melamarmu tahun depan. Bahkan aku berpikir saat ini dengan keadaanku yang saldo ATMnya saja sudah nol -bisa dibilang itu sudah minus karena terpotong admin bulanan- apakah mampu untuk menghidupimu kelak dengan layak. Aku berpikir terlalu jauh. Maafkan aku, aku hanya ingin engkau tahu bahwa tidak semua yang aku ucapkan berasal dari hatiku, kadang berasal dari emosi yang keluar karena rasa khawatir yang berlebih. Bahkan aku ceroboh hingga melakukan tindakan konyol atas rasa khawatirku sendiri. Kemungkinan juga karena rasa jengkelku yan...