Bukan Sekedar Tulisan
Malam ini, tepat malam jumat aku memukul-mukulkan jari diatas keyboard untuk memunculkan karakter-karakter yang dapat dibaca. Bukan sekedar dibaca, namun juga sebagai renungan diri ini untuk mensyukuri juga entah apa penyebutannya. Aku yang notabene dulu sebagai orang inspirator bagi kawan-kawan di desa, kini menjadi tokoh yang kekurangan inspirasi di kota. Kawan-kawanku di kampung sekarang mampu menulis dengan baik bahkan dengan diksi yang sangat indah. Perkenalannya dengan tokoh-tokoh penulis yang sudah melegenda di dunia seniman pun sudah dijamahnya. Itu untuk yang di kampung. Bulan pada malam hari ini tak mau nampak, mungkin karena besok adalah awal bulan, jadi bulan masih malu untuk mau menampakkan wajah indahnya. Layaknya diri ini, masih malu-malu untuk menampilkan kelebihan yang ada, karenanya hilang satu persatu bakat yang dimiliki diri ini. Apa yang menyebabkan ini semua terjadi? Entahlah, rasa malas atau rasa apa juga belum tahu....