Senyumku Kebahagianmu
Malam minggu kali ini ada sedikit gangguan pada tubuh kecil ini. Radang mendera tenggorokanku, pilek menyumbat hidungku, suhu tubuh yang tidak stabilpun menyertainya. Sungguh penuh dengan sesuatu yang tidak ingin kuhendaki. Namun, jadwal kerja tetap harus dilaksanakan, jangan sampai bolos! Kumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk masa depan. Di waktu kerja, harus pasang muka drama alias topeng karakter. Dalam tokoh ini aku adalah orang periang yang selalu terlihat riang. Jadi tidak ada alasan untuk menunda penjemputan rizki. Sering teman-temanku bertanya, mengapa kau selalu tersenyum? Dulu aku sempat berpikir, alasan apa yang menurutku paling menarik agar jawabannya juga asik didengar di telinga. Berbagai jawaban berbeda sudah kulontarkan namun tetap saja tidak srek dalam hatiku sendiri. Beberapa hari kemudian, kutemukan jawaban asik yang sangat asik didengar. Apa itu? Cukup simple sih. Alasannya karena "tersenyum adalah ektin...