Konco Mesra

     Berawal dari sama-sama ikut sebuah Organisasi Pencinta Alam, berbagai persiapan terlalu padat untuk perlu disiapkan. Suatu ketika ada jadwal untuk kumpul makan-makan agar menambah rasa keakraban dan juga biar saling kenal. Itulah awal dimana sebuah rasa muncul, ya aku tak tahu itu rasa apa, tapi aku yakin ini sebuah gejolak asmara. Bincang-bincang ini itu, bergurau, saling hina dan ejek, senyum lebar, tawa lepas semua jadi satu. Kehangatan yang luar biasa tiada gantinya. Beralih ke topik agak serius, mengenai pemantapan materi. "waduh, catatanku kurang kemarin. Adakah yang mau meminjamkan bukunya untukku?", kataku agak malu karena dilhat oleh para senior. "Nih, bawa aja punyaku", sahut seorang gadis berperawakan tinggi namun cuek. Buku udah kudapatkan, saatnya pulang dan membayar tagihan makanan malam ini. Ah, malam yang seru.
 
     Wah, unik sekali nih cewek. Tulisan yang ada di bukunya menggunakan huruf yang ditulis terbalik, aku mencoba menirunya namun hasilnya beda jauh. Benar-benar unik, sejauh ini kegamumanku hanya sampai disitu. Berjalannya waktu, aku semakin menjauh dari organisasi ini, memang aku agak malas dengan latihannya yang terlalu berat bagiku. Mendekati waktu hari H pendidikan dasar organisasi tersebut, aku mulai aktif lagi untuk mengikuti kegiatannya. Tidak ada yang berat bagiku, semua sudah ada yang mengatur untuk peminjaman alat. Tugasku hanya mengantarkan. Selesai sudah, semua dipacking rapi dalam tas carier. Singkat cerita, selama 5 hari pendidikan dasar banyak hal terjadi disana, aku menjadi tahu sifat dari teman-temanku disini. Cukup aku saja yang mengetahui semua watak temanku, aku tidak mau menceritakannya pada yang lain.
     Hari-hari telah kulewati, teman-teman sudah tahu sifat asliku. Tiba saatnya untuk penjajakan pada pendidikan tingkat lanjut, kegiatan masa bakti adalah tantangannya. Ah, aku lagi yang harus mengurusi kegiatan ini. Di awal saja aku semangat, karena ujung-ujung akhirnya aku harus merelakan sebagian waktuku untuk terus melihat keadaan tanaman yang kita jadikan ladang masa bakti. Kesal sekali aku merasakan semua ini. Bahkan ada beberapa temanku yang merasakan hal yang sama. Dari sinilah, awal mula keretakan hubungan calon anggota organisasi ini. Di akhir cerita organisasi ini hanya ada 8 orang yang resmi menjadi anggota.
     Ah, kisah ini tidak berhenti disini saja. Oleh karena aku mengundurkan diri dari organisasi ini, aku menjadi dekat dengan salah satu anggotanya. Aku rasa malah sangat dekat. Namun akhir-akhir ini saedang ada kerenggangan, lagi-lagi karena aku yang menjauh. Aku sangat takut dengan hubungan ini. Maka dari itu, aku menjaga jarak darinya. Bukan karena hal apa, aku hanya belum siap menerima kenyataan bahwasannya kita adalah teman lalu menjadi pacar? Aku rasa belum bias menerimanya. Semoga saja dia tahu apa yang kumaksud. Terima kasih sudah menemani setiap malamku, suatu saat aku akan kembali untuk bersilaturahmi kepadamu lagi, kita akan makan malam bareng lagi, tersenyum lebar tanpa aada rasa canggung lagi, kemungkinan itu adalah saat dimana aku sudah memiliki rasa percaya diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Susahnya Nulis di UC News

Khawatirku Yang Berlebih

BERAKHIRNYA KESENGSARAAN