Kesedihan Mendalam di Malam Idul Adha (Kecelakaan Kudus)

Sore itu, tepatnya di hari kamis aku sedang mempersiapkan diri untuk menyambut Idul Adha. Menunggu kendaraan yang bisa aku tunggangi nantinya untuk menuju kota tercinta Kota Pati. Sudah menjadi hal biasa bagiku jika lebaran harus pulang rumah. Pasalnya jarak antara kampusku dengan tanah kelahiranku tidak begitu jauh. Motor dengan kecepatan 50-60 km/jam saja hanya oerlu waktu 2-3 jam untuk sampai rumah. Selesai mempersiapkan diri, ternyata ada seorang alumni datang menemuiku menanyakan tentang sebuah acara yang kenapa harus ditunda. Ah, aku sedang malas membahasnya kala itu. Bukan karena rasa tanggung jawabku berkurang namun karena ketua yang harusnya yakin dengan pilihannya malah bingung. Aku jadi kesal dan kudiamkan saja acara tersebut, padahal usulku jangan ditunda, karena akan tertunda terus kedepannya. Ya sudahlah, hasilnya benar-benar tertunda lebih dari semingguan. 
Pindah cerita dan plot, Badan sudah segar dan pakaian bertuliskan BANSER sudah siap menemaniku. Motor yang telah kupinjam dari senior di kontrakanku siap juga untuk digas. Mantap. Perjalanan yang begitu mengasikkan. Gemuruh suara takbir di antara waktu maghrib dan isya' menambah semangatku untuk segera menambah kecepatan motor. Meskipun banyak motor roda 4 hingga banyak roda kusalip semua. Oh iya, aku lupa menceritakan tentang bahan bakar. Sebelum pergi ke POM Bensin, aku sempatkan diri untuk mengganjal rasa lapar di perutku di tempat langgananku. Penyetan Jamur. Ah, nikmat sekali makanan ini, murah juga. Bagi kalian yang kampusnya di tembalang, aku sarankan untuk mencicipi hidangan ini. Luar biasa enak dan murah serta pelayanannya yang banyak senyum menambah rating waung ini. Letaknya sekitar Masjid Nurus Sunnah. Selesai makan langsung beli bahan bakar untuk motor yang perlu makan juga. Cukup 15.000 saja untuk motor ini dapat menempuh sampai Pati dari Semarang.
Polisi sedang Olah TKP
Tanpa terasa aku sudah melewati perbatasan Demak dan Kudus. Ada maskot dari Kota Kudus menyambutku, "Kudus Kota Kretek". Wah, simbol yang benar-benar lekat dengan keadaan kotanya. Di sisi kiri jalan ada taman kecil-kecilan untuk bermain para remaja. Oh, mungkin bukan bermain waktu itu, buat tempat spot photography, karena keindahannya saat malam. Laju sepeda motor yanng sempat pelan karena menikmati pemandangan ini aku tambah kecepatannya.
Ketika sampai di belokan Kudus di bawah sinaran lampu "bangjo" terlihat banyak orang yang sedang mengamati sesuatu. Aku pelankan motor, lalu aku agak mendongakkan kepala untuk melihat keadaan. Innalillahi, ternyata ada Bis Indonesia yang terbalik. Ada apa gerangan? Sebuah kecelakaan besar di waktu malam Idul Adha? Sungguh tragis sekali. Banyak sekali nyawa-nyawa tergeletak di sana. Darah mengalir seirama dengan nada takbir. Ya Allah, kenapa harus terjadi di malam ini? Kasihan keluarga di rumah yang menanti kedatangan mereka. Semoga arwah para korban kecelakaan tersebut diterima oleh Allah SWT. Alfatihah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Susahnya Nulis di UC News

Khawatirku Yang Berlebih

Senyumku Kebahagianmu