Siangnya Sibuk, Malamnya Capek

Yah, mungkin sedikit gambaran dimana sebuah hubungan LDR karena sudah harus menjalani kehidupan dewasa yang mengharuskan untuk memenuhi kebutuhan dengan berbagai cara seperti merantau agak jauh agar kehidupan lumayan terjamin. Menjadi dewasa memang menyebalkan untuk sepasang sejoli yang sedang dirundung asmara. Pasalnya kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang yang real time tergantikan dengan cara virtual. Menyebalkan bukan?
Apalagi kalau karena pekerjaan yang kita dapatkan sangat melelahkan, sudah pasti malamnya ketika mau chattingan tidak ada waktu karena rasa lelah yang teramat sangat. Akhirnya chat hanya untuk ijin pergi tidur. 
Nampaknya sebuah tweet ini sangat relate dengan hubungan para pejuang LDR disana. Siangnya (entah yang cowok atau cewek) bekerja hingga tak sempat memberikan kabar, lalu malamnya karena rasa lelah langsung tidur lupa membwri kabar. Akhirnya miss komunikasi pun terjadi. Hanya karena masalah sepele, hubungan yang diperjuangkan akan berakhir. Lantas bagaimana mengatasi kasus ini?
Aku sendiripun merasakan hal ini. Aku mencoba selalu ada saat dia mengirimkan sebuah pesan melalui jejaring sosial. Tak jarang aku membalas dengan jeda sepersekian detik, walaupun akhirnya pesan balasanku dibalas satu sampai dua jam kemudian. Apakah aku sakit hati? Jujur saja, sangat sakit. Apalagi waktu tahu dia sedang senggang. Beh, betapa sakit hati ini. Tapi kembali ke perjanjian awal. Status kami bukanlah pacar. Kami hanya mencoba saling mengenal lebih dalam. Jadi tidak ada yang bisa disalahkan. Oh mungkin bisa, aku yang harus disalahkan. Menaruh rasa cinta yang teramat dalam padanya adalah kesalahan terbesarku. Tapi aku tak menganggap itu sebuah kesalahan, aku sebut ia sebagai anugerah.
Mengapa aku sebut anugerah? Karena tak banyak yang bisa menambah rasa cintanya setiap hari, bulan, dan tahun. Dan rasa cintaku selalu tumbuh dari tahun 2016 hingga sekarang anniversary covid dengan indonesia yang pertama. 
Lalu aku mencoba selalu berpikir positif bahwa ia sedang tidak ingin chattingan sehingga tidak langsung membalas pesanku. Atau mungkin aku akan berpikir bahwa dia sedang ada kerjaan yang mengharuskan ia memegang HP sehingga tak sempat untuk membalas pesanku. 
Akhirnya, dalam hubungan LDR hanya perasaan mengalahlah yang dapat membuatnya tetap bertahan. Silakan, mau jadi pihak yang mempertahankan atau pihak yang ingin dipertahankan. Semuanya baik asalkan saling memberikan pengertian dan meninggalkan ego.
I miss You so much Honey.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Susahnya Nulis di UC News

Khawatirku Yang Berlebih

BERAKHIRNYA KESENGSARAAN